Jika si A berbuat baik kepada si B,maka perbuatan si A harus di dasari keikhlasan supaya tidak kecewa,Sebab belum tentu si B akan membalas perbuatan baik si A.Tetapi bisa jadi si A akan mendapat perlakuan baik yang datangnya tidak di sangka dari si C.
Oleh karena itu,Tuhan adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan (QS: Al-Kahfi Ayat: 44).Firman Allah swt:
هُنَالِكَ الْوَلَايَةُ لِلَّهِ الْحَقِّ ۚ هُوَ خَيْرٌ ثَوَابًا وَخَيْرٌ عُقْبًا
"Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan" (QS: Al-Kahfi Ayat: 44).
Jika seseorang berbuat baik, hendaknya dilandasi keikhlasan karena Allah SWT, bukan karena mengharap balasan manusia.
Sebab manusia bisa saja tidak membalas, bahkan berbuat sebaliknya.
Namun Allah adalah sebaik-baik pemberi pahala dan balasan. Oleh karena itu, orang yang ikhlas tidak akan kecewa, karena ia hanya berharap ridha Allah SWT.
Semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang ikhlas karena mengharap Ridho allah SWT.Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar